Samarinda Perlu Perkuat Inovasi PAD di Tengah Efisiensi Anggaran

Foto: Anggota DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar (09/10/2026)

Borneokita.com,SAMARINDA – Penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) perlu menjadi salah satu arah pengembangan inovasi Pemerintah Kota Samarinda di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Upaya tersebut dinilai penting untuk memperkuat kemandirian fiskal daerah sekaligus menjaga keberlanjutan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

Anggota DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, menyoroti pentingnya inovasi dalam tata kelola pemerintahan yang tidak hanya berorientasi pada pembaruan sistem administrasi, tetapi juga mampu mendukung peningkatan pendapatan daerah. Hal itu menjadi salah satu catatan yang disampaikannya dalam ekspose Naskah Akademik Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Inovasi Daerah.

Menurut Deni, kondisi efisiensi anggaran mengharuskan pemerintah daerah semakin cermat dalam menentukan arah kebijakan. Inovasi perlu diarahkan pada pemanfaatan potensi daerah secara optimal agar pemerintah memiliki ruang fiskal yang lebih kuat dalam mendukung program pembangunan.

“Saya menyampaikan bahwa inovasi tata kelola pemerintahan yang penting saat ini adalah bagaimana mendukung kemandirian fiskal. Kita saat ini menghadapi situasi efisiensi,” ujarnya jumat (09/10/2026).

Ia menilai, peningkatan PAD menjadi salah satu aspek strategis yang perlu diperhatikan dalam penyusunan kebijakan inovasi daerah. Pemerintah perlu mengembangkan pendekatan yang sesuai dengan karakteristik Samarinda, termasuk melalui pembenahan tata kelola dan pemanfaatan potensi yang dapat memberikan kontribusi terhadap penerimaan daerah.

Inovasi tersebut perlu dirancang dengan perencanaan yang matang dan sasaran yang terukur. Pemerintah juga perlu memastikan bahwa setiap program yang dikembangkan memiliki mekanisme pelaksanaan yang jelas, sehingga hasilnya dapat dievaluasi dan manfaatnya dapat dipertanggungjawabkan.

Deni menegaskan bahwa inovasi yang diarahkan pada peningkatan pendapatan daerah relevan dengan kondisi fiskal saat ini. Menurutnya, pengembangan gagasan baru dalam tata kelola pemerintahan perlu menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan daerah dalam mengelola keuangannya.

“Nah, makanya saya sampaikan, inovasi-inovasi untuk peningkatan PAD itu sangat bagus sekali dalam kondisi saat ini,” katanya.

Ia berharap, penyusunan Raperda Inovasi Daerah dapat memberikan arah yang lebih jelas bagi pemerintah kota dalam mengembangkan berbagai terobosan, termasuk yang berkaitan dengan peningkatan PAD. Dengan demikian, inovasi tidak hanya menghasilkan perubahan dalam sistem pemerintahan, tetapi juga berkontribusi terhadap penguatan kapasitas keuangan daerah.

Meski demikian, upaya meningkatkan PAD tetap membutuhkan pemetaan potensi dan evaluasi yang terukur. Besaran kontribusi setiap inovasi perlu diketahui agar pemerintah dapat menilai efektivitas program serta menentukan langkah pengembangan selanjutnya.

Melalui penguatan inovasi yang terarah, Samarinda diharapkan dapat mengoptimalkan potensi daerah dan memperkuat kemandirian fiskal di tengah keterbatasan anggaran. Langkah tersebut menjadi salah satu aspek yang dapat dipertimbangkan dalam membangun tata kelola pemerintahan yang lebih efektif dan berkelanjutan. (ADV/DIN/NI/DPRD Kota Samarinda)

Penulis: AhmadinEditor: Suharni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *