Deni Hakim Anwar Dorong Samarinda Miliki Peta Perjalanan Wisata yang Jelas

Foto: Anggota DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar (09/10/2026)

Borneokita.com,SAMARINDA – Pengembangan pariwisata Kota Samarinda dinilai perlu diarahkan pada pembentukan pengalaman wisata yang lebih terencana, termasuk melalui penyusunan peta perjalanan bagi para pengunjung. Langkah ini diharapkan dapat memberikan pilihan destinasi yang lebih beragam, sehingga kunjungan ke Samarinda tidak hanya berpusat pada pusat perbelanjaan dan rumah makan.

Anggota DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, menyoroti perlunya inovasi di sektor pariwisata, terutama dalam pengembangan destinasi wisata buatan. Menurutnya, potensi pariwisata daerah perlu digali lebih jauh agar mampu menghadirkan daya tarik yang dapat dinikmati masyarakat maupun tamu dari luar daerah.

Deni menyampaikan catatan tersebut dalam ekspose Naskah Akademik Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Inovasi Daerah Kota Samarinda. Ia menilai, sektor pariwisata menjadi salah satu bidang yang perlu mendapatkan perhatian dalam perencanaan inovasi pemerintah kota.

“Saya menyampaikan catatan mengenai inovasi di bidang pariwisata. Saat ini kita masih minim sekali inovasi di pariwisata, utamanya dalam peningkatan destinasi-destinasi wisata buatan,” ujarnya, Jumat, 9 Oktober 2026.

Menurutnya, pengembangan destinasi wisata perlu disertai perencanaan yang dapat memudahkan pengunjung menentukan tujuan perjalanan. Keberadaan sejumlah tempat wisata saja belum cukup apabila informasi mengenai lokasi, pilihan destinasi, dan rute kunjungan belum tersusun dengan baik.

Ia mencontohkan, tamu yang datang ke Samarinda untuk menghadiri agenda di instansi pemerintahan atau kantor tertentu perlu memiliki alternatif tujuan setelah kegiatan selesai. Dengan informasi perjalanan yang terarah, pengunjung dapat mengetahui destinasi yang bisa dikunjungi sesuai waktu dan kebutuhan mereka.

“Selama ini, ketika ada tamu yang berkunjung, mereka mungkin tidak memiliki roadmap yang jelas. Artinya, setelah datang dari instansi ini atau dari kantor ini, mereka mau ke mana lagi, mereka tidak ada,” katanya.

Deni menilai, penyusunan peta perjalanan wisata dapat menjadi salah satu bentuk inovasi untuk memperkenalkan potensi Samarinda secara lebih sistematis. Pemerintah dapat memetakan destinasi yang tersedia, menyusun rekomendasi rute kunjungan, serta menyediakan informasi yang mudah diakses oleh tamu maupun wisatawan.

Ia juga menyoroti kebiasaan pengunjung yang cenderung menjadikan pusat perbelanjaan atau rumah makan sebagai tujuan setelah menyelesaikan agenda di Samarinda. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi peluang bagi pemerintah untuk memperkenalkan alternatif wisata yang lebih beragam.

“Kita ingin bahwa setiap tamu yang datang memiliki roadmap yang jelas dan kita menyampaikan, ini loh destinasi wisata yang ada di Kota Samarinda,” ujarnya.

Pengembangan peta perjalanan wisata perlu diikuti dengan pemetaan potensi destinasi dan koordinasi dengan pihak terkait. Informasi mengenai akses, fasilitas, serta pilihan kegiatan di setiap lokasi juga penting agar rencana perjalanan yang ditawarkan sesuai dengan kondisi di lapangan.

Melalui inovasi tersebut, Samarinda diharapkan dapat memperkuat promosi destinasi lokal dan memberikan pengalaman kunjungan yang lebih terarah. Pengembangan wisata buatan serta penyediaan informasi perjalanan yang jelas dapat menjadi bagian dari upaya memperluas pilihan wisata di kota ini. (ADV/DIN/NI/DPRD Kota Samarinda)

Penulis: AhmadinEditor: Suharni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *