Borneokita.com,SAMARINDA – Aspirasi warga terkait pembangunan infrastruktur yang selama bertahun-tahun belum tersentuh mulai mendapat tindak lanjut. Sejumlah titik jalan dan drainase di wilayah RT 42, termasuk kawasan Perumahan Borneo Mukti 2, kini direalisasikan secara bertahap melalui program pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD Samarinda.
Anggota DPRD Samarinda, Andriansyah, mengatakan realisasi tersebut merupakan bagian dari upaya menindaklanjuti kebutuhan masyarakat yang telah disampaikan sebelumnya. Menurutnya, setiap usulan tetap harus disesuaikan dengan kondisi lapangan, perencanaan teknis, serta kemampuan anggaran pemerintah.
“Makanya malam ini saya mengundang konsultan dan kontraktor. Kalau besok ada kesempatan, saya minta bersama RT mengecek langsung kondisi di lapangan, kemudian dibuatkan perencanaannya. Setelah itu akan kami komunikasikan dengan PUPR atau Perkim,” kata Andriansyah.
Penanganan infrastruktur tersebut mendapat apresiasi dari warga karena menyasar sejumlah titik yang selama ini menjadi kebutuhan mendesak. Ketua RT 42, Mukhtar, menyebut sebagian usulan bahkan telah disampaikan dan dinantikan warga selama lebih dari satu dekade.
“Di RT 42 ini ada beberapa titik yang sebelumnya belum tersentuh semenisasi maupun perbaikan drainase, bahkan ada yang sudah menunggu sekitar 12 sampai 17 tahun. Kami bersyukur melalui pokir Bapak M. Andriansyah, sejumlah usulan tersebut akhirnya bisa direalisasikan,” kata Mukhtar.
Menurut Mukhtar, pembangunan yang telah dilakukan terutama menyasar jalur yang sudah dihuni masyarakat dan menjadi akses aktivitas sehari-hari. Sementara beberapa jalur lainnya masih membutuhkan penanganan karena perkembangan permukiman yang belum merata.
“Untuk jalur yang sudah ada warganya, alhamdulillah sudah mendapat perhatian. Sementara jalur lainnya masih belum banyak penghuni. Jadi kami berharap pembangunan bisa dilanjutkan secara bertahap,” ujarnya.
Harapan serupa disampaikan warga Perumahan Borneo Mukti 2, Benny. Ia menilai pengecoran jalan menjadi bukti bahwa keluhan dan kebutuhan warga tidak berhenti pada penyampaian aspirasi, tetapi mulai mendapatkan tindak lanjut di lapangan.
“Kalau saya melihat Pak Dewan cukup aspiratif karena beliau juga warga sini. Beliau ada di dalam grup warga perumahan, sehingga keluhan warga bisa langsung diketahui. Beliau juga sering berkeliling dan melihat sendiri kondisi di lapangan,” kata Benny.
Benny mengatakan kebutuhan pengecoran jalan telah cukup lama disampaikan masyarakat. Karena itu, warga berharap pekerjaan yang sudah masuk dalam perencanaan dapat direalisasikan sesuai target dan dilanjutkan pada titik lain yang masih membutuhkan penanganan.
“Pengecoran ini sebenarnya sudah lama diminta. Tetapi realisasinya baru pada periode sekarang. Yang dijanjikan tahun ini, kami berharap memang dikerjakan tahun ini,” ujarnya.
Andriansyah menjelaskan, pelaksanaan pokir tidak dapat dilakukan sekaligus karena harus melalui sejumlah tahapan, mulai dari verifikasi kebutuhan, perencanaan, penganggaran hingga pelaksanaan pekerjaan. Karena itu, aspirasi yang belum terealisasi akan dilakukan secara bertahap sesuai prioritas.
“Insyaallah, proposal untuk tahun 2027 juga sudah masuk. Kalau tidak salah ada lima lokasi atau lima paket. Tahun depan kami akan kembali mengarahkan program ke sana,” jelasnya.
Ia menegaskan, pengawalan terhadap aspirasi masyarakat tidak hanya sebatas memastikan usulan masuk dalam program, tetapi juga mengawal prosesnya hingga menjadi pekerjaan yang dapat dirasakan langsung oleh warga.
“Yang penting bukan hanya janji, tetapi ada pekerjaan yang benar-benar direalisasikan,” pungkasnya.












