Borneokita.com,SAMARINDA – Evaluasi penanganan banjir di Kota Samarinda perlu melihat dampak yang dirasakan masyarakat, termasuk durasi genangan dan kemampuan saluran air mengalirkan limpasan hujan. Pembangunan infrastruktur pengendalian banjir perlu diikuti pengukuran hasil agar efektivitasnya dapat diketahui.
Anggota DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengatakan penanganan banjir di Samarinda telah mengalami perubahan dibandingkan sekitar sepuluh tahun lalu. Ia menyebut genangan di sejumlah lokasi yang sebelumnya bertahan berhari-hari kini dapat surut dalam hitungan jam.
“Dulunya genangan itu bisa sampai tiga hari, bisa sampai seminggu, tetapi hari ini dalam hitungan jam saja bisa cepat,” ujar Deni (13/10/2026).
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa perubahan tersebut tidak berarti persoalan banjir telah selesai. Pemerintah tetap perlu memperbaiki sistem drainase, memetakan titik rawan genangan, dan memastikan pembangunan infrastruktur sesuai kebutuhan kawasan.
Deni menilai pembangunan kolam retensi dan infrastruktur pengendalian banjir merupakan bagian dari upaya mengurangi dampak genangan. Namun, hasil pembangunan perlu dilihat bersama kondisi jaringan drainase dan jalur pembuangan air di sekitarnya.
“Kita mungkin tidak bisa menghilangkan banjir itu dari Kota Samarinda, tetapi minimal kita bisa melakukan penanganan untuk mengurangi debit banjir,” katanya.
Menurutnya, penanganan banjir harus direncanakan secara terintegrasi. Setiap saluran perlu memiliki arah aliran yang jelas sehingga air dapat dialirkan menuju sungai atau saluran utama yang sesuai dengan kapasitasnya.
Selain pembangunan fisik, koordinasi antara organisasi perangkat daerah juga dibutuhkan untuk memastikan pemeliharaan saluran dan penanganan titik genangan berjalan secara konsisten. Pemerintah perlu mengidentifikasi lokasi yang masih bermasalah meskipun telah mendapatkan penanganan.
Deni mendorong agar evaluasi dilakukan berdasarkan kondisi nyata di lapangan. Dengan demikian, pemerintah dapat mengetahui lokasi yang telah menunjukkan perbaikan dan kawasan yang masih memerlukan penanganan lanjutan.
Upaya tersebut diharapkan membantu Samarinda mengurangi dampak banjir secara bertahap. Penilaian keberhasilan tidak hanya bertumpu pada jumlah infrastruktur yang dibangun, tetapi juga pada perubahan kondisi genangan dan manfaat yang dirasakan masyarakat. (ADV/DIN/NI/DPRD Kota Samarinda)












