Sri Puji Astuti Soroti Akses Jalan dan Keterbatasan Fasilitas Pendidikan di Lokumbar

Foto: Anggota DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti (16/10/26)

Borneokita.com,SAMARINDA – Keterbatasan akses jalan dan fasilitas pendidikan masih menjadi persoalan yang dihadapi masyarakat Desa Lokumbar, wilayah terpencil di Kota Samarinda. Anggota DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, menyoroti kondisi tersebut setelah menerima audiensi warga yang menyampaikan kebutuhan pembangunan infrastruktur dan peningkatan layanan pendidikan bagi anak-anak setempat.

Sri Puji menjelaskan, pemerintah telah membangun sekolah dasar (SD) di Lokumbar. Berdasarkan kunjungannya pada Agustus 2026, sekolah tersebut menampung sekitar 50 murid dengan dukungan delapan guru dan seorang penjaga sekolah. Namun, keberadaan sekolah belum sepenuhnya menjawab persoalan pendidikan karena masih terkendala akses jalan dan keterbatasan sarana penunjang pembelajaran.

“Waktu itu kami sudah pernah ke sana untuk melihat secara langsung keberadaan SD. Saat ini ada sekitar 50 murid, delapan guru, dan satu orang penjaga sekolah,” ujarnya.

Selain fasilitas sekolah, akses darat dari wilayah Lobuah menuju Lokumbar menjadi kebutuhan yang disampaikan masyarakat. Sri Puji menyebut, sebagian ruas jalan telah dicor, sedangkan bagian lainnya masih berupa jalan tanah dengan kondisi terjal dan berdekatan dengan jurang. Kondisi ini menjadi tantangan bagi mobilitas warga, termasuk untuk menunjang kegiatan pendidikan.

“Jalan dari Lobuah ke Lokumbar itu memang sudah kami lewati sendiri. Sebagian sudah dicor, tetapi sebagian lainnya masih berupa jalan tanah dengan kondisi terjal dan jurang. Ini yang mereka harapkan bisa dibangun agar akses keluar masuk lebih mudah,” katanya.

Di lingkungan sekolah, keterbatasan fasilitas juga menjadi perhatian. Sri Puji menyebut SD di Lokumbar belum memiliki Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan perpustakaan. Kedua fasilitas tersebut dibutuhkan untuk mendukung kesehatan murid sekaligus memperluas sumber belajar di luar kegiatan pembelajaran di kelas.

“Sekolah belum memiliki UKS dan perpustakaan. Padahal, fasilitas tersebut dibutuhkan untuk menunjang proses pembelajaran anak-anak,” tuturnya Jumat, (16/10/26).

Selain peningkatan fasilitas SD, masyarakat juga berharap tersedia jenjang pendidikan menengah pertama (SMP) di Lokumbar. Harapan tersebut muncul karena keterbatasan akses wilayah dapat menjadi tantangan bagi anak-anak yang ingin melanjutkan pendidikan setelah lulus sekolah dasar.

Sri Puji menilai kebutuhan pendidikan di wilayah terpencil perlu dilihat secara menyeluruh, bukan hanya dari keberadaan gedung sekolah. Menurutnya, akses jalan, kelengkapan fasilitas, ketersediaan tenaga pendidik, dan peluang melanjutkan pendidikan harus menjadi bagian dari perhatian pemerintah agar anak-anak Lokumbar memperoleh layanan pendidikan yang lebih mudah dijangkau.  (ADV/DIN/NI/DPRD  Kota Samarinda)

Penulis: AhmadinEditor: Suharni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *