Viktor Yuan Minta Pemkot Samarinda Lindungi Angkutan Lokal di Tengah Rencana Taksi Berargo

Foto: Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Viktor Yuan (06/10/2026)

Borneokita.com,SAMARINDA – Rencana pengoperasian taksi berargo di Kota Samarinda mendapat perhatian DPRD. Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Viktor Yuan, meminta pemerintah kota memastikan pengembangan transportasi baru tidak menggeser keberadaan angkutan lokal yang selama ini menjadi bagian dari layanan mobilitas masyarakat.

Pemerintah Kota Samarinda diketahui menyiapkan alokasi sekitar 100 armada taksi berargo dalam rencana induk transportasi kota. Rencana tersebut juga membuka peluang masuknya operator taksi, termasuk Blue Bird, untuk memperluas layanan transportasi di Samarinda.

Viktor menilai, terbukanya peluang investasi di sektor transportasi merupakan hal positif. Namun, ia mengingatkan agar pemerintah tidak hanya berfokus pada masuknya perusahaan baru, tetapi juga memperhatikan keberlangsungan usaha transportasi yang telah lebih dahulu beroperasi di daerah.

“Saya pikir semua peluang usaha terbuka untuk siapa pun. Tapi, yang ingin saya sampaikan kepada wali kota, utamakan pengusaha lokal. Utamakan pengusaha lokal,” ujar Viktor di Samarinda, Selasa malam, 6 Oktober 2026.

Menurutnya, pengembangan transportasi perkotaan semestinya menjadi kesempatan untuk membenahi dan menghidupkan kembali moda transportasi lokal, termasuk angkutan kota atau angkot yang dinilai masih memiliki potensi untuk dikembangkan.

Ia mencontohkan keberadaan angkot di Bogor yang masih beroperasi sebagai salah satu moda transportasi masyarakat. Menurut Viktor, Samarinda juga perlu memikirkan langkah konkret agar angkutan lokal tetap memiliki ruang dalam sistem transportasi perkotaan.

“Utamakan kendaraan-kendaraan lokal. Hidupkan angkot yang ada di Kota Samarinda. Seperti di Bogor sana, angkot hidup,” katanya.

Viktor menegaskan, kebijakan transportasi tidak cukup hanya dengan menambah jumlah armada atau mendatangkan operator baru. Pemerintah perlu mempertimbangkan dampaknya terhadap pengusaha lokal, pengemudi angkot, serta pelaku transportasi berbasis aplikasi yang telah lebih dahulu melayani masyarakat.

Ia menilai, tanpa perencanaan yang matang, penambahan armada berpotensi memunculkan persaingan yang perlu diantisipasi sejak awal. Karena itu, pemerintah harus memastikan setiap moda transportasi memiliki kesempatan berkembang sesuai ketentuan dan kebutuhan masyarakat.

“Pemerintah harus jeli melihat ini,” tegasnya.

Sebelumnya, Blue Bird telah memperluas layanannya ke Kalimantan Timur dengan beroperasi di Balikpapan sejak Agustus 2024. Perusahaan tersebut menyediakan layanan taksi reguler, penyewaan kendaraan melalui Golden Bird, hingga layanan executive shuttle Cititrans.

Bagi Viktor, peluang pengembangan layanan taksi berargo di Samarinda perlu diimbangi dengan kebijakan yang berpihak pada keberlanjutan usaha lokal. Pemerintah diharapkan mampu menyusun sistem transportasi yang tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan, tetapi juga menjaga keseimbangan persaingan antarmoda.

Ia berharap rencana pengembangan transportasi Samarinda dapat menjadi momentum untuk membenahi angkutan kota sekaligus memperkuat pelaku usaha daerah. Dengan demikian, kehadiran operator baru tidak sekadar menambah pilihan layanan bagi masyarakat, tetapi juga berjalan seiring dengan upaya mengembangkan transportasi lokal. (ADV/DIN/NI/DPRD Kota Samarinda)

Penulis: AhmadinEditor: Suharni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *