Borneokita.com,Ibu Kota Nusantara – Aliansi Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (DEMA-PTKIN) Wilayah Kalimantan sukses melaksanakan Seminar Nasional, Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil), dan resmi menetapkan kepengurusan baru dalam kegiatan yang berlangsung di Ibu Kota Nusantara (IKN). Dalam penetapan tersebut, Andriyan Dwi Saputra ditetapkan sebagai Koordinator Wilayah DEMA-PTKIN Kalimantan oleh Koordinator Pusat Aliansi DEMA-PTKIN Seluruh Indonesia, Miftahul Rizqi.
Penetapan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi gerakan mahasiswa PTKIN di wilayah Kalimantan, sekaligus menegaskan komitmen bersama dalam mengawal isu-isu strategis, baik di tingkat regional maupun nasional.
Kegiatan yang berlangsung di kawasan strategis IKN ini tidak hanya berfokus pada penetapan kepengurusan, tetapi juga dirangkai dengan Seminar Nasional yang menghadirkan berbagai perspektif terkait pembangunan Ibu Kota Nusantara dan peran mahasiswa dalam mengawal kebijakan publik.
Dalam seminar tersebut, hadir sebagai narasumber Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat OIKN, Drs. H. Alimuddin, M.Si., yang membawakan materi bertajuk “IKN sebagai Simbol Peradaban Baru: Membangun Indonesia Berkelanjutan dan Inklusif.” Ia menekankan bahwa pembangunan IKN tidak hanya berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada pembangunan manusia, kebudayaan, serta keberlanjutan lingkungan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Selain itu, rangkaian kegiatan juga dilengkapi dengan Field Trip mengelilingi kawasan IKN. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada para peserta untuk melihat secara langsung progres pembangunan, mengenal titik-titik strategis, serta memahami konsep besar yang diusung dalam pembangunan ibu kota baru Indonesia.
Dalam sambutannya, Andriyan Dwi Saputra menyampaikan bahwa kepengurusan yang baru diharapkan mampu menjadi wadah kolaborasi dan penguatan gerakan mahasiswa PTKIN di Kalimantan.
Ia menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang tidak hanya kritis, tetapi juga solutif dalam merespons dinamika pembangunan nasional, khususnya di wilayah Kalimantan yang kini menjadi pusat perhatian.
Sementara itu, Koordinator Pusat Aliansi DEMA-PTKIN Seluruh Indonesia, Miftahul Rizqi, dalam arahannya menegaskan bahwa kepengurusan wilayah harus mampu menjadi motor penggerak gerakan mahasiswa yang terstruktur dan berdampak. Ia menekankan pentingnya membangun konsolidasi yang kuat antar kampus, memperkuat basis data dan kajian strategis, serta menjaga independensi gerakan mahasiswa dalam mengawal kebijakan publik.
“DEMA-PTKIN harus hadir sebagai kekuatan moral dan intelektual yang mampu memberikan solusi atas persoalan umat dan bangsa. Wilayah Kalimantan memiliki posisi strategis dalam konteks IKN, sehingga peran mahasiswa di sini harus lebih progresif, adaptif, dan terarah,” tegasnya.
Ia juga mengarahkan agar kepengurusan yang baru segera menyusun program kerja yang berbasis kebutuhan masyarakat, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta aktif dalam mengawal isu-isu strategis seperti pendidikan, lingkungan, dan kesejahteraan sosial di tengah dinamika pembangunan IKN.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, Aliansi DEMA-PTKIN diharapkan semakin solid dalam menjalankan perannya sebagai representasi mahasiswa PTKIN yang aktif, kritis, dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa, khususnya dalam mengawal transformasi besar yang tengah berlangsung di Ibu Kota Nusantara.





