Borneokita.com,SAMARINDA – Sekretaris Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Ronal Stephen Lonteng, menegaskan bahwa Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia harus dijadikan momentum krusial untuk mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan publik. Menanggapi tema nasional “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, anggota dewan asal Samarinda tersebut menekankan pentingnya kehadiran negara secara nyata di tengah kehidupan masyarakat miskin dan kelompok rentan.
Ronal menyatakan bahwa esensi dari kemerdekaan seharusnya diukur dari sejauh mana pemerintah dan seluruh elemen bangsa mampu merangkul serta memperjuangkan hak-hak warga yang membutuhkan. Keadilan sejati menurutnya tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik semata, melainkan pada pemenuhan hak-hak dasar rakyat kecil.
“Prinsip keadilan yang mendasar adalah bagaimana kita bisa memberikan perhatian nyata terhadap warga miskin, para janda kurang mampu, hingga anak-anak terlantar yang membutuhkan uluran tangan,” tegas Ronal saat memberikan keterangan kepada media pada Rabu (19/08/2026).
Peningkatan kualitas dan pemerataan akses di sektor pendidikan serta pelayanan kesehatan menjadi fokus prioritas yang terus didorong oleh Ronal demi menjamin masa depan generasi penerus bangsa. Pelayanan kesehatan yang optimal dinilainya sebagai fondasi utama dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing tinggi.
Sekretaris Komisi I DPRD Samarinda ini menjelaskan bahwa pemenuhan fasilitas kesehatan yang prima akan membentuk imunitas tubuh anak secara maksimal. Kondisi fisik yang sehat serta daya tahan tubuh yang kuat inilah yang menjadi modal dasar bagi anak-anak untuk dapat menyerap ilmu pengetahuan secara efektif di sekolah.
Di sisi lain, Ronal juga mengimbau generasi muda untuk mengambil peran aktif dalam mengisi kemerdekaan melalui tindakan-tindakan positif. Pemuda diharapkan tidak hanya memupuk rasa nasionalisme, tetapi juga berani mengawal serta memperjuangkan hak-hak sipil dan kesejahteraan masyarakat di lingkungannya.
“Kepada seluruh anak bangsa, mari kita memaknai usia kemerdekaan yang ke-81 ini dengan memperkuat rasa cinta tanah air. Kita isi kemerdekaan ini dengan semangat untuk ikut serta memperjuangkan hak-hak rakyat,” ajak Ronal.
Secara komprehensif, ia menilai pemaknaan kemerdekaan harus mencakup penguatan kedaulatan di sektor politik, kemandirian ekonomi, serta kelestarian kebudayaan bangsa. Dalam bidang politik, kedaulatan berarti Indonesia harus mampu berdiri mandiri dan bebas dari segala bentuk tekanan atau intervensi asing.
“Secara ekonomi, bangsa Indonesia harus terbebas dari ketergantungan utang luar negeri dan berdiri mandiri. Kekayaan sumber daya alam yang melimpah ini harus dikelola dan dioptimalkan sepenuhnya untuk kemakmuran seluruh rakyat,” lugas Ronal.
Sementara dari aspek kebudayaan, Ronal menekankan pentingnya menjaga identitas serta adab ketimuran sebagai benteng moral bangsa. Seluruh gagasan penguatan sektor politik, ekonomi, dan budaya ini dinilainya sangat selaras dengan ajaran Trisakti Bung Karno, yaitu berdaulat secara politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. (ADV/TEG/NI/DPRD Kota Samarinda)












