Deni Hakim Anwar: Pengelolaan Parkir dan Wisata Buatan Bisa Jadi Kran Baru PAD Samarinda

Foto : Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar (18/08/2026)

Borneokita.com,SAMARINDA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda mendesak Pemerintah Kota untuk bergerak lebih agresif dalam mengamankan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang belum tergarap maksimal. Komisi III DPRD memetakan dua sektor unggulan yang dinilai sanggup menjadi mesin pencetak penerimaan baru, yakni retribusi parkir berlangganan dan pengelolaan kawasan pariwisata.

Peningkatan penerimaan mandiri ini dinilai sangat krusial untuk memperkuat ketahanan fiskal daerah. Dengan porsi PAD yang kokoh, Pemkot Samarinda diyakini bakal memiliki keleluasaan anggaran dalam mengeksekusi berbagai proyek pembangunan tanpa harus terus bergantung pada dana transfer luar.

Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengungkapkan bahwa eksekutif memiliki kebebasan penuh dalam merancang strategi eksplorasi penerimaan daerah, selama tidak menabrak batasan hukum yang ada.

“Pemerintah daerah sebenarnya punya ruang gerak yang luas untuk mengejar berbagai peluang PAD. Kuncinya sederhana, seluruh payung hukum dan regulasinya harus dipastikan sesuai aturan,” tegas Deni saat ditemui di Kantor DPRD Samarinda.

Di sektor perhubungan, Deni menilai skema parkir berlangganan menjadi salah satu instrumen yang paling prospektif. Tata kelola yang terintegrasi dan transparan diyakini mampu menyetor angka yang signifikan ke dalam kas daerah.

Selain retribusi kendaraan, sektor rekreasi juga dipandang menyimpan potensi ekonomi yang sangat menjanjikan. Komisi III mendorong Pemkot untuk memberi perhatian khusus pada objek-objek wisata buatan yang sudah beroperasi di Samarinda namun belum terkelola secara optimal.

Guna mengoptimalkan destinasi tersebut, peran aktif pemerintah daerah sangat dibutuhkan melalui pembenahan fasilitas, modernisasi strategi promosi, serta penunjukan manajemen pengelola yang profesional.

“Parkir berlangganan itu riil potensinya. Begitu pula objek wisata buatan, jika pemerintah mau turun tangan membenahi tempat yang ada dan hadir mengelolanya, itu akan jadi kran pendapatan baru buat daerah,” jelas Deni.

Ia memungkas bahwa keberanian Pemkot dalam melahirkan inovasi dan mengolah potensi lokal akan menentukan masa depan Samarinda. Kepatuhan terhadap regulasi yang dipadukan dengan manajemen yang tepat dipercaya bakal menjadi tulang punggung kemandirian anggaran Kota Samarinda ke depan.

(ADV/TEG/NI/DPRD Kota Samarinda)

Penulis: Fatah Tegar WisanggeniEditor: Suharni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *