Borneokita.com,SAMARINDA – Integrasi sistem drainase dinilai menjadi salah satu pekerjaan penting dalam upaya mengurangi persoalan banjir di Kota Samarinda. Pembangunan saluran air perlu didasarkan pada perencanaan menyeluruh agar setiap drainase memiliki jalur pembuangan yang jelas dan saling terhubung.
Anggota DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengatakan pemerintah perlu memiliki cetak biru atau blueprint drainase yang mencakup seluruh kawasan kota. Perencanaan tersebut diperlukan untuk memastikan pembangunan saluran tidak berjalan sendiri-sendiri tanpa memperhitungkan keterhubungannya dengan sistem yang lebih luas.
“Kita ingin drainase yang dibangun itu terintegrasi semua. Memang saat ini kita tidak punya tempat pembuangan selain mengalirkan air ke Sungai Mahakam,” ujar Deni (12/10/2026).
Ia menjelaskan, setiap pembangunan drainase harus mempertimbangkan arah aliran air hingga ke titik pembuangan akhir. Saluran di kawasan tengah kota, misalnya, perlu terhubung dengan sungai atau saluran utama yang mampu menampung aliran dari kawasan tersebut.
Deni menilai, ketidakjelasan jalur pembuangan berpotensi membuat pembangunan drainase tidak memberikan hasil optimal. Karena itu, perencanaan harus dilakukan berdasarkan kondisi topografi, kapasitas saluran, dan keterhubungan dengan jaringan drainase lainnya.
“Ketika kita membuat drainase, kita mesti tahu ini ke mana ujungnya. Blueprint tentang drainase itu harus jelas supaya pekerjaan yang dilakukan tidak menjadi sia-sia,” katanya.
Menurutnya, penanganan banjir di Samarinda telah mengalami perubahan dibandingkan sekitar sepuluh tahun lalu. Di sejumlah lokasi, genangan yang sebelumnya dapat bertahan berhari-hari kini disebut bisa surut dalam hitungan jam. Meski begitu, peningkatan penanganan tetap dibutuhkan agar dampak banjir semakin berkurang.
Pembangunan kolam retensi dan berbagai infrastruktur pengendalian banjir merupakan bagian dari upaya yang perlu diselaraskan dengan sistem drainase kota. Infrastruktur tersebut akan lebih efektif apabila didukung jalur aliran yang memadai dan perencanaan yang saling terhubung.
Deni mendorong OPD terkait, khususnya yang menangani sumber daya air, untuk memperjelas perencanaan jaringan drainase dan memastikan pelaksanaannya sesuai kebutuhan di lapangan. Integrasi tersebut diharapkan menjadi dasar penanganan banjir yang lebih terarah, berkelanjutan, dan terukur. (ADV/DIN/NI/DPRD Kota Samarinda)












