Koordinator Cabang Cermin Muda Indonesia Ajak Pemuda Menjadi Pelopor Perubahan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Ketua Umum Koordinator Cabang Cermin Muda Indonesia Kota Samarinda, Tristan

Borneokita.com,Samarinda – Koordinator Cabang Cermin Muda Indonesia Kota Samarinda mengajak seluruh pemuda untuk menjadi pelopor perubahan dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan.  Ajakan tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi lingkungan yang semakin membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

Ketua Umum Koordinator Cabang Cermin Muda Indonesia Kota Samarinda, Tristan, mengatakan bahwa menjaga kebersihan lingkungan tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah. Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah sangat bergantung pada kesadaran dan keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda sebagai agen perubahan.

Ia menegaskan bahwa pemuda dan masyarakat Samarinda harus membangun semangat kolektif dan kolegial dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman. Budaya gotong royong dalam menjaga kebersihan dinilai menjadi salah satu kunci untuk mengurangi persoalan sampah yang masih menjadi tantangan di berbagai wilayah.

Tristan menjelaskan bahwa perubahan pola pengelolaan sampah harus dimulai dari lingkungan keluarga. Kebiasaan memilah, memilih, dan memisahkan sampah organik serta nonorganik sejak dari rumah menjadi langkah sederhana yang memiliki dampak besar terhadap pengurangan volume sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Menurutnya, masyarakat perlu memahami perbedaan jenis sampah agar proses pengelolaannya lebih efektif. Sampah organik seperti sisa makanan, daun, dan limbah dapur dapat diolah menjadi kompos yang bermanfaat bagi tanaman, sedangkan sampah nonorganik seperti plastik, botol, kertas, logam, dan kaca dapat didaur ulang atau disalurkan melalui bank sampah sehingga memiliki nilai ekonomi sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan.

Selain memberikan manfaat bagi lingkungan, pengelolaan sampah yang baik juga dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Melalui kegiatan daur ulang dan pengembangan bank sampah, masyarakat dapat memperoleh tambahan pendapatan sekaligus membangun budaya ekonomi sirkular yang ramah lingkungan.

Tristan juga mengingatkan bahwa Pemerintah Kota Samarinda telah memiliki dasar hukum yang jelas dalam pengelolaan sampah melalui Peraturan Daerah Kota Samarinda Nomor 5 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Sampah. Regulasi tersebut mengatur kewajiban masyarakat untuk berpartisipasi dalam upaya pengurangan dan penanganan sampah, serta melarang pembuangan sampah secara sembarangan, termasuk ke saluran drainase, sungai, maupun fasilitas umum lainnya.

“Kita sebagai pemuda dan masyarakat harus taat terhadap peraturan tersebut agar lingkungan tetap terjaga, bersih, dan terawat. Kepatuhan terhadap aturan merupakan bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Tristan.

Ia juga mendorong Dinas Lingkungan Hidup Kota Samarinda untuk terus memperkuat sistem pengelolaan sampah melalui penyediaan tempat sampah terpilah di ruang publik, pengembangan bank sampah di tingkat kelurahan, peningkatan fasilitas pengolahan sampah, serta pelaksanaan edukasi yang berkelanjutan kepada masyarakat.

Menurut Tristan, kolaborasi antara pemerintah, organisasi kepemudaan, dunia pendidikan, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang efektif. Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan perubahan perilaku masyarakat menuju gaya hidup yang lebih peduli terhadap lingkungan.

Di akhir penyampaiannya, Tristan mengajak seluruh warga Samarinda untuk memulai perubahan dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari. “Mari mulai dari rumah. Pilah sampah organik dan nonorganik, kurangi penggunaan plastik sekali pakai, manfaatkan kembali barang yang masih bernilai, dan jadilah bagian dari gerakan bersama untuk mewujudkan Samarinda yang bersih, sehat, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Jika diinginkan, saya juga dapat mengubahnya ke format berita media online dengan gaya piramida terbalik yang lebih profesional, lengkap dengan lead, kutipan, dan penutup khas media massa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *