Borneokita.com,Samarinda – Setelah lebih dari satu dekade berada dalam kondisi tidak produktif, aset daerah berupa Hotel Atlet di Kalimantan Timur kini memasuki babak baru. Bertransformasi menjadi Hotel Claro Pandurata, bangunan yang sebelumnya terbengkalai tersebut mulai dihidupkan kembali sebagai unit usaha komersial yang diharapkan mampu memberikan nilai ekonomi bagi daerah.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyatakan dukungan penuh terhadap reaktivasi hotel ini sebagai bagian dari upaya optimalisasi aset daerah sekaligus penguatan peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Transformasi ini dinilai menjadi langkah strategis dalam mengubah aset yang sebelumnya tidak termanfaatkan menjadi lebih produktif dan berdaya guna.
Direktur Utama PT KTMBS menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan Pemprov Kaltim dan Gubernur yang telah memberikan dorongan kuat terhadap pengaktifan kembali hotel tersebut, yang sebelumnya sempat mengalami masa tidak produktif dalam waktu yang cukup panjang. Kini, aset tersebut hadir sebagai hotel komersial yang diharapkan mampu memberikan nilai ekonomi, membuka peluang usaha, serta mendukung sektor perhotelan dan pariwisata di Kalimantan Timur.
Dukungan ini dinilai sejalan dengan komitmen kuat Gubernur terhadap kemajuan BUMD dan sebagai bentuk keseriusan dukungan tersebut, Gubernur Kalimantan Timur juga melakukan peninjauan langsung selama dua hari, pada 22 dan 23 April 2026 ke Hotel Claro Pandurata untuk melihat kesiapan operasional serta kondisi sarana dan prasarana hotel.
Dalam peninjauan tersebut, Gubernur meninjau sejumlah area strategis, mulai dari atrium, kitchen, lounge, ruang meeting, area belakang hotel hingga peninjauan ke lantai 8 hotel Claro Pandurata.
Dukungan ini dinilai sejalan dengan komitmen kuat Gubernur terhadap kemajuan BUMD dan seebagai bentuk keseriusan dukungan tersebut, Gubernur Kalimantan Timur juga melakukan peninjauan langsung selama dua hari, pada 22 dan 23 April 2026 ke Hotel Claro Pandurata untuk melihat kesiapan operasional serta kondisi sarana dan prasarana hotel.
Dalam peninjauan tersebut, Gubernur meninjau sejumlah area strategis, mulai dari atrium, kitchen, lounge, ruang meeting, area belakang hotel yang kedepan akan dibangun kolam renang, hingga peninjauan sampai ke lantai 8 hotel Claro Pandurata.
Dari hasil peninjauan, diharapkan pemenuhan akan kebutuhan penambahan sarana dan prasarana dapat segera dilakukan guna menunjang peningkatan kualitas layanan hotel, termasuk untuk mendukung optimalisasi fungsi fasilitas, kesiapan operasional secara bertahap, dan penguatan daya saing Hotel Claro Pandurata sebagai hotel komersial.
Peninjauan ini sekaligus menjadi bentuk perhatian langsung Gubernur Kaltim dalam memastikan aset daerah yang dioptimalkan melalui BUMD dapat berkembang secara berkelanjutan. Keinginan Gubernur agar BUMD tumbuh sehat, produktif, dan memberi kontribusi nyata bagi daerah menjadi salah satu pendorong utama lahirnya transformasi ini. Kehadiran Claro Pandurata juga menunjukkan bahwa PT KTMBS mampu mengambil peran strategis dalam mengelola aset daerah agar lebih bernilai dan berdaya guna.
“Ini bukan hanya tentang mengaktifkan kembali sebuah hotel, tetapi tentang membuktikan bahwa aset yang sempat mengalami stagnasi dapat ditransformasikan menjadi unit usaha yang komersial dan produktif. Selain itu ini juga akan menjadi peluang dalam penyerapan tenaga kerja baik secala langsung melalui operasional hotel maupun melalui sektor pendukung,” demikian semangat Abi.
“Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan Bapak Gubernur Kalimantan Timur beserta Pemerintah Provinsi yang terus mendorong optimalisasi fungsi BUMD. Dukungan ini menjadi energi besar bagi PT KTMBS untuk membuktikan bahwa aset daerah yang sempat mengalami masa kurang produktif dapat ditransformasikan menjadi unit usaha komersial yang memberi manfaat ekonomi dan nilai tambah bagi daerah,” ujarnya.
Abi menegaskan, kembali aktifnya Hotel Claro Pandurata merupakan wujud komitmen PT KTMBS dalam menjawab keinginan kuat Gubernur terhadap BUMD yang maju, profesional, dan berdaya saing.
“Kepercayaan ini kami maknai sebagai amanah untuk mengelola aset daerah secara optimal. Kami berharap Claro Pandurata tidak hanya menjadi simbol kebangkitan aset daerah, tetapi juga menjadi bukti bahwa BUMD mampu menjadi penggerak pembangunan ekonomi Kalimantan Timur,” tambahnya. Sinergi pemerintah daerah dan BUMD ini diharapkan menjadi model pengelolaan aset yang berkelanjutan.
Setelah lebih dari 18 tahun sejak terakhir digunakan pada PON Kaltim 2008, dan kemudian tidak kembali difungsikan secara optimal, hotel ini sempat berada dalam fase tidak produktif sebelum kini memasuki babak baru sebagai fasilitas komersial yang siap beroperasi, melayani masyarakat, serta berkontribusi terhadap pendapatan dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Dengan kembali beroperasinya Hotel Claro Pandurata, diharapkan aset daerah yang sebelumnya kurang optimal dapat menjadi simbol kebangkitan, profesionalisme pengelolaan BUMD, dan wujud nyata visi Gubernur Kalimantan Timur untuk menghadirkan BUMD yang maju, adaptif, dan berdaya saing.













