Borneokita.com,SAMARINDA – Anggota DPRD Samarinda, Andriansyah, memastikan aspirasi warga terkait peningkatan dan pengecoran jalan akan terus diperjuangkan melalui program pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD. Realisasi pekerjaan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan perencanaan dan kemampuan anggaran.
Dalam kegiatan reses masa persidangan III Tahun 2026, Andriansyah mengatakan dirinya sengaja mengundang konsultan dan kontraktor untuk membantu melihat langsung kondisi infrastruktur yang menjadi keluhan masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting agar aspirasi warga dapat diterjemahkan menjadi perencanaan teknis yang tepat.
“Makanya malam ini saya mengundang konsultan dan kontraktor. Kalau besok ada kesempatan, saya minta bersama RT mengecek langsung kondisi di lapangan, kemudian dibuatkan perencanaannya. Setelah itu akan kami komunikasikan dengan PUPR atau Perkim,” kata Andriansyah Selasa (20/10/2026).
Ia mengakui tidak ingin sekadar memenuhi permintaan masyarakat tanpa memastikan penyelesaiannya sesuai aspek teknis. Menurutnya, latar belakang yang dimilikinya bukan di bidang konstruksi sehingga diperlukan keterlibatan tenaga teknis dalam menentukan bentuk penanganan yang tepat.
“Saya memang punya latar belakang kehutanan, jadi tidak terlalu memahami teknis konstruksi. Karena itu saya minta bantuan ahlinya. Aspirasi warga tetap harus diperjuangkan, tetapi penyelesaiannya juga harus benar dan tuntas,” ujarnya.
Andriansyah juga menyinggung dinamika penganggaran pokir yang menurutnya sempat mengalami perubahan sehingga memengaruhi proses perencanaan sejumlah pekerjaan. Kondisi tersebut bahkan membuat salah satu konsultan yang sebelumnya menangani perencanaan akhirnya diganti.
Ia mengatakan beberapa pekerjaan yang sebelumnya telah direncanakan harus disesuaikan kembali karena persoalan administrasi dan perubahan alokasi anggaran. Meski demikian, ia memastikan sejumlah lokasi tetap menjadi perhatian untuk direalisasikan secara bertahap.
“Insyaallah, proposal untuk tahun 2027 juga sudah masuk. Kalau tidak salah ada lima lokasi atau lima paket. Tahun depan kami akan kembali mengarahkan program ke sana,” jelasnya.
Andriansyah menegaskan pembangunan infrastruktur lingkungan membutuhkan proses, mulai dari pengusulan, perencanaan, penganggaran hingga pelaksanaan. Karena itu, ia meminta warga memahami bahwa seluruh aspirasi tidak dapat dikerjakan secara bersamaan.
“Kalau proyek ini melalui anggaran OPD, memang berat. Karena itu aspirasi masyarakat harus dikawal melalui pokir. Yang penting bukan hanya janji, tetapi ada pekerjaan yang benar-benar direalisasikan,” pungkasnya. (ADV/DIN/NI/DPRD Kota Samarinda)












