Bina Sungai Karang Mumus; Mahasiswa sebagai Motor Perubahan Sosial

Inisiatif Bina Sungai oleh DEMA UINSI Samarinda melalui Kementrian SOSKEM, bersama DEMA FUAD dan UKM GEMPA, pada Minggu 24/05/2026
banner 120x600

Borneokita.com,Samarinda – Sungai Karang Mumus menopang kehidupan banyak warga Samarinda, namun pencemaran oleh sampah dan limbah rumah tangga mengancam kesehatan, ekosistem, dan meningkatkan risiko banjir. Inisiatif Bina Sungai oleh DEMA UINSI Samarinda melalui Kementrian SOSKEM, bersama DEMA FUAD dan UKM GEMPA, pada Minggu 24/05/2026, menunjukkan peran mahasiswa sebagai penggerak sosial: mereka membersihkan bantaran, mengumpulkan sampah, dan memberi edukasi praktis kepada warga. Aksi ini bukan sekadar kebersihan sesaat, melainkan upaya membentuk kebiasaan baru di tingkat komunitas.

Agar berdampak jangka panjang, gerakan ini perlu didukung kebijakan lokal, penempatan titik sampah strategis, pengangkutan rutin oleh Dinas Kebersihan, serta program pemilahan dan kesadaran masyarakat. Integrasi kegiatan ke dalam pengabdian masyarakat kampus dan pendokumentasian hasil juga penting untuk merekomendasikan kebijakan berbasis bukti. Jika mahasiswa terus memadukan aksi nyata dengan edukasi dan kolaborasi pemerintah-masyarakat, budaya menjaga Sungai Karang Mumus dapat tumbuh, sehingga menjaga sungai berarti menjaga kesehatan dan masa depan.

Mentri SOSKEM (Sosial dan Keagamaan) DEMA UINSI Samarinda, Muhammad Iqbal Syafi’i Ma’arif , menjelaskan, kegiatan ini adalah upaya mahasiswa UINSI Samarinda untuk bergerak dan juga menyadarkan masyarakat sekitar supaya tetap peka terhadap isu lingkungan sekitar.

“Saya mengapresiasi Bina Sungai Karang Mumus dan besar harapannya Pemerintah siap mendukung fasilitas pengelolaan sampah dan program edukasi, namun keberhasilan bergantung pada partisipasi warga. Mari buang sampah pada tempatnya, ikut gotong royong, dan dukung upaya pemulihan Karamus demi masa depan yang lebih sehat.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *