Borneokita.com, Yogyakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah sebagai salah satu langkah strategis untuk menciptakan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045, justru mengalami kendala serius. Baru-baru ini, hampir seribu siswa di Yogyakarta mengalami gejala keracunan makanan, seperti muntah dan diare, yang mengharuskan banyak di antaranya dirawat inap selama beberapa hari.
Negara kita memiliki cita cita untuk menciptakan negara Indonesia Menuju Emas 2045,untuk mewujudkan hal itu jelas dibutuhkan nya SDM yang unggul, maka pemerintah kita membuat sebuah program kerja yang strategis yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG) Sebuah program yang harapannya menjadi simbol kemajuan justru berubah menjadi ancaman.
Seperti yang kita tau banyak isu yang terjadi tentang MBG. Salah satu contohnya, akhir akhir ini yang terjadi di Yogyakarta hampir seribu siswa mengalami gejala keracunan seperti muntah, diare, bahkan harus dirawat inap selama berhari-hari. Di antara seribu orang itu , dua cucu dari tokoh nasional Mahfud MD menjadi korban, hal ini sudah bisa dibuktikan bahwa ini bukan sekadar angka statistik, melainkan tragedi nyata yang menyentuh nyawa.
Dalam hal ini bukanlah kegagalan teknis biasa melainkan persoalan yang lalai sehingga berdampak pada tubuh yang seharusnya menjadi bergizi bukan malah menjadi ancaman. Program MBG adalah janji negara untuk memastikan bahwa setiap anak Indonesia mendapatkan hak dasar makanan bergizi, sehat, dan aman.tetapi nyatanya arti dari janji itu bahwa dapur MBG tidak higienis.
Dengan semua permasalahan dan persoalan tentang MBG yang sudah terjadi di masyarakat mengharapkan pemerintah perlu untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh, memperbaiki sistem distribusi, dan juga ikut melibatkan masyarakat dalam pengawasan program kerja ini. Jika MBG dikelola dengan baik, maka bisa menjadi tonggak penting dalam pembangunan Indonesia Menuju Emas 2045 Jika tidak, semua itu hanya akan menjadi angka besar dalam APBN yang tak memberi dampak nyata yang sesuai di harapkan.
Masyarakat tidak menolak MBG. Masyarakat mendukung MBG. tetapi Masyarakat menolak MBG yang asal asalan. Masyarakat menolak MBG yang membahayakan. Masyarakat menolak MBG yang mengorbankan anak-anak demi pencitraan politik ataupun kepentingan politik.
Jangan biarkan tragedi ini berlalu begitu saja. Jangan biarkan suara anak-anak yang muntah dan menangis di ruang perawatan tenggelam dalam jumlah angka statistik. Jangan biarkan program mulia ini berubah menjadi program ancaman mencekam.
Hari ini, kita bersuara. Hari ini, kita menuntut perbaikan. Hari ini, kita berdiri untuk anak-anak Indonesia. Karena makanan bergizi bukan sekadar hak itu adalah janji kehidupan yang layak.
SIMBOL KEMAJUAN BUKAN SIMBOL ANCAMAN
Makan Bergizi, Bukan Makan Berisiko!!












