borneokita.com, SAMARINDA– Anggota komisi IV DPRD Provinsi Kaltim asal Gerindra, Fuad Fakhruddin dapat teguran dari ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud terkait menolak usulan anggaran Pokok Pikiran (Pokir) yang dialokasikan untuk sektor media dan olahraga. Kamis (24/7/2025)
Masih jadi dugaan unsur Penolakan ini berkaitan dengan insiden viral yang melibatkan ajudan pribadi Gubernur Kaltim, Senja, yang sempat menghalangi kerja wartawan pada Senin, 21 Juli 2025 lalu.
“Iya (pokir) media itu enggak boleh. Makanya itu, kemungkinan sih karena efek dari yang viral-viral sampe nasional kemarin itu,” jelas Fuad.
Meski pihaknya telah menyampaikan alasan tersebut, namun Fuad menjelaskan hal itu kuat masih sebatas dugaan semata.
“Kita ini cuman membuat sebuah desain anggaran dan penggunan anggarannya gubernur, kalau dia tidak mau ya mau bagaimana kita,” tegasnya.
Selain itu, dari sejumlah informasi yang telah dihimpun Media sendiri pelarangan pekerjaan ini tak hanya ditujukan kepada media. Namun Pemerintah Provinsi Kaltim juga menolak pendanaan untuk seluruh kegiatan cabang olahraga di Benua Etam.
“Kalau soal itu (alasan pastinya) tanya ke gubernur soal larangan media. Mungkin ya, anggarannya terlalu besar. Cuman kita belum tau pastinya,” terangnya kembali.












