borneokita.com, PENAJAM PASER UTARA- Turut serta hadir dalam kegiatan peresmian Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud bersama Wakil Gubernur (Wagub) Seno Aji dan Sekda Sri Wahyuni, serta Bupati Penajam Paser Utara (PPU)
lokasi Peresmian tersebut di UPTD Pembibitan Ternak dan Hijauan Pakan Ternak (UPTD PTHPT) Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Kalimantan Timur, Desa Api-Api, Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
Intensive Farming System (INFASY) ialah sistem pengelolaan hewan ternak yang dilakukan sepenuhnya dalam kandang. Metode ini jauh lebih terlihat modern dengan sistem berternak intens (intensif) yang mengutamakan penggunaan teknologi secara berkala serta dapat dengan mudah memantau perkembangan kesehatan ternak pada satu tempat.
“Tujuannya agar kita dapat mengurangi Pasokan daging dari daerah lain, Saat ini 70% Daging kita asalnya dari daerah luar dan harapannya nanti bisa di balik. Kita yang 70%” Ucap Gubernur, Rudy
Disini Mereka bertujuan meningkatkan produktivitas ternak agar lebih efisien, dapat memungkinkan produksi dalam jumlah besar serta tak makan waktu atau relatif singkat dengan ruang yang terbatas.
ia menambahkan, jika Sapi-sapi yang akan dikembangkan di sana bukan hanya berasal dari Perusahaan tambang, akan tetapi juga dari Perusahaan Minyak, refineri, sawit dan lainnya.
Dalam Acara tersebut juga disertai dengan simbolis pemberian vitamin dan obat cacing pada sapi, peninjauan pembuatan pakan silase, serta Panen Pedet yang ditandai dengan pemasangan ear tag dan pemberian nama pedet (anak sapi). hingga pada Puncak acara adalah peresmian kandang INFASY yang ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur Kalimantan Timur.
Selain itu, dalam kesempatan ini, juga diberikan penghargaan kepada 9 perusahaan tambang yang berkontribusi dalam pengembangan peternakan melalui program sapi komitmen di Kalimantan Timur. Perusahaan yang mendapat penghargaan tersebut diantaranya: PT. Kaltim Prima Coal, PT. KIDECO, PT. Jembayan Muarabara, PT. Indominco Mandiri, PT. Karya Usaha Pertiwi, PT. Trubaindo Coal Mining, PT. Multi Harapan Utama, PT. International Prima Coal, dan PT. Tiwa Abadi.
“Dengan adanya kandang INFASY ini, diharapkan sektor peternakan di Kalimantan Timur semakin berkembang dan berkontribusi dalam mewujudkam Kalimantan Timur sebagai pusat ekonomi baru yang inklusif”tutupnya.