Syafruddin Kembali Nahkodai PKB Kaltim, Pengurus DPW Periode 2026–2031 Dilantik di Balikpapan

DILANTIK: Syafruddin akan dilantik sebagai ketua DPW PKB Kaltim periode 2026–2031, Selasa (10/2/2026) di Balikpapan. (IST)
banner 120x600

Borneokita.com, Balikpapan – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kalimantan Timur periode 2026–2031 dijadwalkan melangsungkan pelantikan pada Selasa (10/2/2026) pukul 13.00 Wita di Hotel Gran Senyiur Balikpapan. Dalam pelantikan ini, Syafruddin kembali dikukuhkan sebagai Ketua DPW PKB Kaltim.

Pelantikan pengurus baru tersebut akan dilakukan langsung oleh Wakil Ketua Umum DPP PKB, Hanif Dhakiri. Prosesi pengukuhan ini sekaligus menandai dimulainya masa bakti kepengurusan DPW PKB Kaltim untuk periode lima tahun ke depan.

Pelantikan ini mengacu pada Surat Keputusan DPP PKB Nomor 7892/DPP/01/I/2026 tentang Penetapan Komposisi dan Personalia DPW PKB Kalimantan Timur Masa Bakti 2026–2031. Surat keputusan tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan Sekretaris Jenderal PKB M. Hasanuddin Wahid.

Dalam susunan pengurus baru, Syafruddin didampingi Alaudin sebagai Bendahara DPW PKB Kaltim dan Alif Ndasi sebagai Sekretaris DPW PKB Kaltim, bersama jajaran pengurus lainnya yang akan mengawal roda organisasi partai di Benua Etam. Pelantikan juga mengundang semua pimpinan partai politik se-Kalimantan Timur dan Forkopimda Provinsi Kalimantan Timur.

Syafruddin sendiri kembali dipercaya memimpin partai berlambang bola dunia itu setelah melalui proses Musyawarah Wilayah (Muswil) PKB Kaltim. Perjalanan politiknya bersama PKB Kaltim terbilang panjang, dimulai dari kondisi partai yang minim kursi hingga kini mampu menempatkan wakil di DPR RI.

“Saya memimpin PKB Kaltim itu sejak 2008. Pengalaman-pengalaman yang sedih, yang diremehkan, memimpin PKB Kaltim yang nol kursi, tidak punya perwakilan di DPRD provinsi, itulah yang justru memacu semangat,” ujar Syafruddin dalam wawancara sebelumnya.

Di bawah kepemimpinannya, PKB Kaltim perlahan menunjukkan konsistensi. Pada Pemilu 2014, partai ini berhasil meraih lima kursi di DPRD Provinsi Kaltim, lalu kembali mengamankan lima kursi pada Pemilu 2019. Puncaknya, pada Pemilu 2024, Syafruddin terpilih sebagai anggota DPR RI periode 2024–2029, sekaligus mengantarkan PKB Kaltim memiliki wakil di Senayan.

“Sejak 2019 itulah PKB Kaltim mulai diperhitungkan. Orang mulai melihat bahwa ini bukan kebetulan, tapi kerja kolektif semua kader dan pengurus,” katanya.

Untuk periode kepemimpinan 2026–2031, Syafruddin memasang target politik yang cukup ambisius. PKB Kaltim menargetkan 11 kursi di DPRD Provinsi Kaltim dan 60 kursi DPRD kabupaten/kota pada Pemilu 2029 mendatang.

“Target ini memang agak bombastis, tapi namanya juga target. Ini ujian saya sebagai ketua terpilih, apakah mampu mewujudkannya atau tidak, nanti biar rakyat yang menentukan,” ujarnya.

Selain membidik penguatan di legislatif, Syafruddin juga menegaskan partainya akan lebih serius menyiapkan kader untuk bertarung di level eksekutif. Saat ini, kader PKB telah menduduki posisi Bupati Paser dan Wakil Bupati Mahakam Ulu.

“Ke depan, PKB Kaltim akan lebih serius mematangkan kader-kader untuk berkompetisi dalam pemilihan kepala daerah, baik di kabupaten/kota maupun provinsi,” tegasnya.

Ia menambahkan, seluruh kader diminta memegang tiga prinsip utama dalam berpolitik: menjadi pelopor perubahan, menunjukkan politik keteladanan, dan mewujudkan politik kehadiran yang dekat dengan rakyat.

Pelantikan di Balikpapan ini sekaligus menjadi penanda konsolidasi baru PKB Kaltim dalam menghadapi agenda-agenda politik ke depan, baik Pilkada maupun Pemilu 2029, dengan harapan posisi partai semakin menguat di Kalimantan Timur. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *