Borneokita.com, Samarinda – Anggota DPR RI Syafruddin mendesak Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengungkap siapa dalang penambangan batu bara ilegal di Cagar Alam Teluk Adang, Kabupaten Paser.
“Saya meminta agar Kementerian Kehutanan menuntaskan penyelidikan kasus ini tanpa pandang bulu,” jelas legislator asal daerah pemilihan Kalimantan Timur tersebut, Selasa (9/12).
Syafruddin mempertanyakan bagaimana praktik ilegal bisa berlangsung hingga merambah kawasan konservasi yang seharusnya terlindungi. Ia menilai persoalan ini bukan hanya soal operator di lapangan, tetapi juga aktor yang membiayai dan mengatur operasi gelap tersebut.
“Apakah ada keterlibatan oknum aparat, indikasi tersebut harus ditelisik lebih jauh,” jelas politikus PKB ini.
Menurutnya, ada dua langkah mendesak yang harus juga segera dilakukan Kemenhut. Pertama, membuka secara jelas dampak ekologis dan kerugian yang ditimbulkan. Kedua, menyiapkan mekanisme pemulihan lingkungan.
“Pemerintah, terutama di daerah seharusnya ikut menjaga kawasan konservasi, jangan justru kecolongan,” pungkasnya. “Bencana di Sumatera seharusnya menjadi pelajaran agar kita lebih menjaga lingkungan,” jelasnya lagi.
Empat alat berat dan satu dump truck diamankan. Empat orang berinisial PT (38), J (24), GM (32), dan W (55) ditangkap saat melakukan pengupasan, penggalian, dan pemuatan batu bara.
Mereka sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dititipkan di Rutan Polresta Samarinda. Para pelaku dijerat pasal berlapis dari UU P3H, UU Kehutanan, UU Konservasi, serta KUHP dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara dan denda hingga Rp5 miliar.
Gakkum menegaskan tidak ada toleransi terhadap aktivitas tambang ilegal di kawasan konservasi. Operasi ini disebut sebagai bentuk sinergi dengan TNI dan pengelola kawasan.
Kepala Balai Gakkum Kehutanan Wilayah Kalimantan, Leonardo Gultom, menyatakan keberhasilan operasi ini tak lepas dari koordinasi lapangan dengan jajaran TNI.
“Aktivitas pertambangan batubara ilegal ini dipastikan akan menimbulkan kerusakan serius bagi kawasan cagar alam, pengamanan kawasan dan penegakan hukum sangat penting dan menjadi salah satu prioritas kami, kami akan mendalami dan ungkap aktor dan pelaku lain baik perorangan maupun korporasi yang terlibat dalam aktifitas illegal ini,” tegas Leonard
Editor : Maulana













