Borneokita.com, Samarinda – Anggota DPRD Kota Samarinda, Iswandi, menilai belum bergulirnya sejumlah proyek pemerintah menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kinerja BPR Samarinda pada tahun 2026. Hal tersebut disampaikannya usai rapat dengar pendapat (hearing) Komisi II DPRD Kota Samarinda bersama jajaran BPR Samarinda di Gedung DPRD Kota Samarinda, Rabu (1/7/2026).
Dalam evaluasi yang dilakukan Komisi II, Iswandi mengatakan kondisi keuangan BPR Samarinda hingga Mei 2026 masih belum menunjukkan performa yang optimal. Menurutnya, aktivitas pembiayaan belum berkembang sesuai harapan karena sejumlah proyek pemerintah yang biasanya menjadi penggerak perputaran ekonomi belum berjalan.
“Salah satu penyebabnya karena proyek-proyek pemerintah belum ada yang berjalan. Itu tentu berdampak terhadap aktivitas pembiayaan dan pendapatan BPR,” ujar Iswandi.
Selain faktor proyek pemerintah, ia menilai kondisi perekonomian masyarakat juga memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan bisnis BPR. Sebagai bank yang fokus melayani pembiayaan sektor usaha mikro dan kecil, perkembangan ekonomi masyarakat menjadi salah satu indikator penting dalam menjaga kinerja perusahaan.
“Nasabah BPR ini mayoritas pelaku usaha mikro dan kecil. Ketika kondisi ekonomi masyarakat belum sepenuhnya pulih atau aktivitas usaha belum meningkat, tentu permintaan pembiayaan juga ikut terpengaruh,” katanya.
Meski menghadapi tantangan tersebut, Iswandi menilai manajemen BPR Samarinda telah menjalankan prinsip kehati-hatian dengan cukup baik. Hal itu terlihat dari keberhasilan perusahaan menjaga kualitas kredit sehingga rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) tetap berada pada level yang sangat baik.
“Yang paling penting jangan sampai NPL kembali tinggi. Saya melihat sejauh ini manajemen cukup berhati-hati dalam menyalurkan pembiayaan, sehingga kesehatan bank tetap terjaga,” tuturnya.
Ia berharap pada semester kedua tahun 2026 berbagai program pembangunan dan proyek pemerintah mulai berjalan sehingga mampu menggerakkan roda perekonomian daerah. Dengan meningkatnya aktivitas ekonomi, BPR Samarinda diharapkan dapat memperluas penyaluran kredit kepada pelaku usaha sekaligus meningkatkan pendapatan perusahaan.
DPRD Kota Samarinda pun memastikan akan terus melakukan pengawasan terhadap kinerja BPR agar target bisnis tetap realistis dan perusahaan mampu memberikan kontribusi optimal bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui dividen kepada Pemerintah Kota Samarinda,” tutupnya.











