Borneokita.com, SAMARINDA – Anggota DPRD Kota Samarinda, Anhar, meminta pemerintah daerah lebih adaptif dalam menyusun kebijakan pendidikan agar tidak terjebak pada aturan yang justru menghambat akses masyarakat terhadap layanan pendidikan. Menurutnya, setiap regulasi harus dievaluasi secara berkala agar tetap relevan dengan kebutuhan di lapangan.
Anhar mengatakan, persoalan yang terus berulang setiap pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) menunjukkan masih ada kebijakan yang perlu disempurnakan. Karena itu, pemerintah diminta tidak ragu melakukan evaluasi terhadap aturan yang dinilai sudah tidak efektif.
“Ikuti mekanisme aturan, tetapi jangan lupa bahwa aturan dibuat untuk kepentingan masyarakat. Kalau memang ada yang perlu diperbaiki demi kemaslahatan anak-anak kita, tentu harus dievaluasi,” ujar Anhar, Kamis (8/7/2026).
Ia menilai, pemerintah tidak boleh hanya berpegang pada prosedur administratif tanpa melihat dampaknya terhadap masyarakat. Menurutnya, kebijakan pendidikan harus mampu menjawab persoalan nyata yang dihadapi peserta didik dan orang tua.
“Jangan sampai setiap tahun masyarakat menghadapi persoalan yang sama, sementara kebijakannya tidak pernah berubah. Artinya ada yang perlu dirumuskan kembali,” katanya.
Anhar menegaskan, evaluasi kebijakan bukan berarti mengabaikan aturan, melainkan memastikan regulasi tetap mampu menjawab perkembangan kebutuhan masyarakat dan kondisi pendidikan di daerah.
“Yang dibutuhkan sekarang adalah keberanian untuk menyempurnakan kebijakan. Jangan sampai aturan yang ada justru menjadi penghambat dalam memberikan pelayanan pendidikan yang lebih baik,” tegasnya.
Ia berharap Pemerintah Kota Samarinda bersama seluruh pemangku kepentingan melakukan kajian menyeluruh terhadap berbagai kebijakan pendidikan, termasuk mekanisme SPMB, agar sistem yang diterapkan benar-benar memberikan kepastian dan keadilan bagi seluruh peserta didik.
Menurut Anhar, kebijakan yang adaptif dan berpihak kepada masyarakat akan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan layanan pendidikan yang berkualitas, merata, dan mampu menjawab tantangan di masa mendatang,” tutupnya.











