Borneokita.com, SAMARINDA – Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda melayangkan peringatan keras kepada Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) UINSI yang baru. Peringatan ini menuntut pejabat Kabiro AUPK yang baru untuk memprioritaskan fasilitas dan infrastruktur mahasiswa serta tidak mengabaikan aspirasi mahasiswa.
Peringatan ini disampaikan secara langsung oleh Ketua Dema UINSI, Andriyan Dwi Saputra. Andriyan menekankan bahwa perbaikan dan peningkatan fasilitas kampus yang menunjang kegiatan belajar mengajar mahasiswa harus menjadi fokus utama Kabiro AUPK.
“Kami dari Dema UINSI memberikan peringatan keras. Kabiro AUPK yang baru wajib hukumnya menjadikan perbaikan fasilitas mahasiswa sebagai prioritas utama,” tegas Andriyan Dwi Saputra. “Sudah terlalu lama banyak fasilitas yang perlu peremajaan atau bahkan perbaikan total, mulai dari ruang kelas, perpustakaan, hingga sarana olahraga dan koneksi internet di lingkungan kampus. Ini semua sangat berdampak pada kualitas perkuliahan dan kenyamanan kami.”
Tuntutan Keterbukaan dan Komunikasi Aktif
Lebih lanjut, Andriyan juga menyoroti pentingnya keterbukaan informasi dan komunikasi aktif antara birokrasi kampus dengan elemen mahasiswa. Menurutnya, birokrasi tidak boleh berjalan tanpa melibatkan suara mahasiswa sebagai pengguna utama fasilitas kampus.
“Kami juga menuntut Kabiro AUPK yang baru untuk tidak boleh mengabaikan aspirasi mahasiswa. Kebijakan terkait perencanaan anggaran dan pemanfaatan fasilitas harus melibatkan kami,” tambah Andriyan. “Kami siap menjadi mitra kritis konstruktif untuk kemajuan kampus. Kami ingin ada mekanisme komunikasi yang terbuka dan rutin, sehingga setiap masalah fasilitas bisa diselesaikan dengan cepat dan tepat sasaran sesuai kebutuhan mahasiswa.”
Peringatan ini diharapkan menjadi penekanan awal bagi Kabiro AUPK yang baru untuk segera mengambil langkah strategis dalam membenahi infrastruktur kampus dan menjalin kolaborasi yang baik dengan seluruh elemen mahasiswa UINSI Samarinda.













