DPRD Samarinda Soroti Kesejahteraan Pasukan Kuning, Minta Pemkot Beri Perhatian Lebih

Foto: Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar.
banner 120x600

Borneokita.com, SAMARINDA – Komisi III DPRD Kota Samarind, Deni Hakim Anwar menempatkan peningkatan kesejahteraan petugas kebersihan atau pasukan kuning sebagai salah satu perhatian utama dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH). DPRD menilai para petugas memiliki peran vital dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan Kota Samarinda sehingga sudah selayaknya memperoleh perhatian yang lebih serius dari pemerintah daerah.

Deni, mengatakan perhatian tersebut tidak hanya berkaitan dengan kondisi kerja para petugas, tetapi juga menyangkut penghasilan yang dinilai belum sebanding dengan beban tugas dan risiko yang mereka hadapi setiap hari. Karena itu, Komisi III mendorong Pemerintah Kota Samarinda mengevaluasi skema kesejahteraan pasukan kuning, termasuk penyesuaian gaji agar setidaknya setara dengan Upah Minimum Kota (UMK).

“Kami meminta agar kesejahteraan pasukan kuning menjadi perhatian pemerintah. Saat ini penghasilan yang mereka terima sekitar Rp2,3 juta hingga Rp2,4 juta ditambah uang gizi sekitar Rp300 ribu. Nilai tersebut masih berada di bawah UMK Kota Samarinda,” ujar Deni, Kamis (9/7/2026).

Ia menilai pemerintah perlu mengkaji penyesuaian penghasilan para petugas kebersihan agar minimal setara dengan Upah Minimum Kota (UMK). Langkah tersebut dinilai penting sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka dalam menjaga kebersihan lingkungan setiap hari.

“Kami berharap penghasilan mereka minimal sejajar dengan UMK, bahkan kalau memungkinkan lebih baik lagi. Mereka bekerja menggunakan tenaga yang luar biasa dan memiliki risiko tinggi di lapangan, sehingga sudah sewajarnya mendapatkan perhatian lebih,” katanya.

Deni juga menyinggung insiden yang menimpa salah seorang petugas kebersihan yang sempat menjadi korban kecelakaan saat bertugas. Peristiwa tersebut, menurutnya, menjadi pengingat bahwa pekerjaan pasukan kuning memiliki tingkat risiko yang tidak ringan dan membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah.

“Kami tentu prihatin dengan kejadian yang menimpa salah satu petugas kebersihan beberapa waktu lalu. Hal itu menunjukkan bahwa mereka bekerja dengan risiko yang tinggi. Karena itu kesejahteraan dan perlindungan bagi mereka harus menjadi prioritas,” tegasnya.

Deni memastikan akan terus mengawal usulan peningkatan kesejahteraan pasukan kuning dalam pembahasan anggaran bersama pemerintah daerah. DPRD berharap para petugas kebersihan memperoleh penghasilan dan perlindungan yang lebih baik sehingga dapat bekerja secara optimal dalam menjaga kebersihan Kota Samarinda,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *