Borneokita.com, Samarinda – Anggota DPRD Kota Samarinda, Iswandi, mengapresiasi keberhasilan jajaran direksi BPR Samarinda yang mampu membenahi kondisi perusahaan, terutama dengan menekan rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) hingga mencapai nol persen. Hal itu disampaikannya usai rapat dengar pendapat (hearing) Komisi II DPRD Kota Samarinda bersama jajaran BPR Samarinda di Gedung DPRD Kota Samarinda, Rabu (1/7/2026).
Menurut Iswandi, kondisi BPR Samarinda saat ini jauh lebih baik dibandingkan beberapa tahun lalu. Ia menilai direksi yang sekarang berhasil melakukan pembenahan terhadap berbagai persoalan yang ditinggalkan oleh manajemen sebelumnya, termasuk menyelesaikan kredit-kredit bermasalah yang sempat membebani kinerja perusahaan.
“Direksi yang sekarang ini sebenarnya sedang bersih-bersih. Yang membuat persoalan itu adalah manajemen sebelumnya yang meninggalkan banyak kredit bermasalah. Dalam tiga sampai empat tahun terakhir mereka berhasil membenahi kondisi tersebut,” ujarnya.
Ia menjelaskan, hasil kerja manajemen tidak hanya terlihat dari penurunan NPL, tetapi juga dari keberhasilan BPR Samarinda membukukan laba pada tahun 2025. Capaian tersebut menjadi pencapaian penting karena merupakan laba terbesar sejak bank milik Pemerintah Kota Samarinda itu berdiri.
“Mereka berhasil menurunkan NPL sampai nol. Bahkan mampu mencetak laba. Secara umum kami sangat mengapresiasi capaian tersebut karena tidak mudah membalikkan kondisi perusahaan dari banyak kredit bermasalah menjadi sehat,” katanya.
Selain itu, Iswandi mengungkapkan bahwa hasil audit terhadap BPR Samarinda juga menunjukkan perkembangan yang positif. Menurutnya, perusahaan memperoleh opini yang baik dan masuk dalam kategori kesehatan bank tingkat pertama, yang menunjukkan kondisi operasional dan tata kelola perusahaan berjalan dengan baik.
“Hasil audit mereka juga bagus. Kategori kesehatan bank berada pada kategori satu atau sangat baik. Saya melihat direkturnya juga cukup berhati-hati dalam mengambil kebijakan sehingga ini menjadi modal penting untuk menjaga kinerja perusahaan ke depan,” tuturnya.
Meski memberikan apresiasi, Iswandi tetap mengingatkan agar manajemen BPR Samarinda tidak lengah. Ia meminta direksi terus mempertahankan prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan kredit, khususnya kepada pelaku usaha mikro dan kecil, agar rasio kredit bermasalah tetap terkendali dan kepercayaan masyarakat terhadap BPR Samarinda terus meningkat,” tutupnya.











