Iswandi Nilai Target Laba BPR Samarinda Rp2,7 Miliar Tahun 2026 Berat Tercapai

Foto : Anggota DPRD Samarinda, Iswandi.
banner 120x600

Borneokita.com, Samarinda – Anggota DPRD Kota Samarinda, Iswandi, menilai target laba sebesar Rp2,7 miliar yang dipatok BPR Samarinda pada tahun 2026 cukup berat untuk direalisasikan. Hal tersebut disampaikannya usai mengikuti rapat dengar pendapat (hearing) Komisi II DPRD Kota Samarinda bersama jajaran BPR Samarinda di Gedung DPRD Kota Samarinda, Rabu (1/7/2026).

Dalam rapat tersebut, Iswandi menjelaskan bahwa BPR Samarinda sebelumnya berhasil mencatatkan sejarah baru pada tahun 2025 dengan membukukan laba sekitar Rp2,7 miliar. Capaian itu menjadi laba tertinggi sejak BPR berdiri dan turut memberikan dividen sekitar Rp500 juta kepada Pemerintah Kota Samarinda.

“Saya melihat dari laporan kinerja dan laporan keuangan sampai dengan bulan Mei, kondisi mereka masih mencatatkan kerugian sekitar Rp120 juta sampai Rp150 juta. Dengan kondisi seperti itu, saya rasa target laba Rp2,7 miliar tahun depan cukup berat untuk dicapai,” ujar Iswandi.

Menurutnya, terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi belum optimalnya kinerja BPR Samarinda pada tahun ini. Salah satu penyebab utama adalah belum bergulirnya berbagai proyek pemerintah yang selama ini menjadi salah satu penopang aktivitas pembiayaan sehingga berdampak terhadap pendapatan perusahaan.

“Kalau nanti kegiatan-kegiatan pemerintah mulai berjalan, tentu kondisi keuangan bisa kembali positif. Tetapi kalau melihat analisis laporan keuangan dan operasional saat ini, target Rp2,7 miliar menurut saya masih terlalu tinggi,” katanya.

Meski demikian, Iswandi tetap memberikan apresiasi terhadap kinerja manajemen BPR Samarinda yang dinilai berhasil melakukan pembenahan dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, direksi saat ini mampu memperbaiki berbagai persoalan yang ditinggalkan manajemen sebelumnya, terutama terkait kredit bermasalah.

“Kalau masih laba saya kira tetap ada. Tetapi kalau harus mencapai Rp2,7 miliar lagi, rasanya sulit. Kalau bisa mencapai sekitar setengah dari target itu saja sudah merupakan hasil yang baik,” tuturnya.

Ia menambahkan, kondisi perekonomian masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro dan kecil yang menjadi sasaran pembiayaan BPR Samarinda, juga menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, ia berharap manajemen tetap menjaga prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan kredit agar rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) tetap rendah dan kesehatan bank dapat dipertahankan,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *