Borneokita.com,SAMARINDA – Persoalan pelayanan air bersih menjadi salah satu perhatian dalam Rapat Hearing Komisi II DPRD Kota Samarinda bersama mitra kerja mengenai Rencana Kegiatan Bisnis (RKB) Tahun 2027 dengan jajaran pimpinan PDAM Tirta Kencana Kota Samarinda, yang digelar Rabu (1/7/2026). Dalam rapat tersebut, Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Joha Fajal, menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam penyusunan rencana bisnis perusahaan.
Joha menjelaskan, ketidakpuasan masyarakat terhadap layanan air bersih masih terjadi di berbagai wilayah. Permasalahan tersebut tidak hanya dialami warga yang belum mendapatkan sambungan air minum, tetapi juga pelanggan yang masih menghadapi gangguan distribusi maupun kualitas air yang belum optimal.
“Masyarakat yang belum mendapatkan sambungan air minum tentu masih merasa belum puas. Begitu juga masyarakat yang sudah tersambung tetapi distribusinya masih tersendat atau kualitas airnya belum baik. Ini menjadi tanggung jawab pemerintah untuk terus memperbaikinya,” ujar Joha.
Menurutnya, pemerintah daerah melalui PDAM Tirta Kencana harus terus melakukan pembenahan secara menyeluruh, mulai dari perluasan jaringan pelayanan, peningkatan kapasitas distribusi, hingga menjaga kualitas air yang diterima pelanggan. Hal itu merupakan bagian dari pemenuhan hak dasar masyarakat atas akses air bersih.
“Paling tidak PDAM sudah melakukan berbagai upaya dan inovasi untuk memperbaiki pelayanan. Yang terpenting sekarang adalah bagaimana perencanaan pengembangan ke depan terus diperbaiki agar persoalan yang masih ada bisa diselesaikan secara bertahap,” katanya.
Joha juga mengapresiasi perkembangan kinerja PDAM Tirta Kencana dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, perusahaan daerah tersebut mulai menunjukkan perbaikan, baik dari sisi pelayanan maupun kondisi keuangannya. Ia berharap capaian tersebut menjadi modal untuk menjalankan Rencana Kegiatan Bisnis Tahun 2027 secara lebih optimal.
Menutup keterangannya, Joha menegaskan bahwa Komisi II DPRD Kota Samarinda akan terus mengawal pelaksanaan program PDAM Tirta Kencana agar target peningkatan pelayanan benar-benar dirasakan masyarakat. Ia menilai DPRD tidak boleh cepat berpuas diri selama masih ada warga yang belum memperoleh layanan air bersih secara maksimal.
“Terus terang, sejak saya menjadi anggota DPRD pada 2019, hampir setiap tahun yang kami perdebatkan adalah besarnya subsidi dari pemerintah. Alhamdulillah, beberapa tahun terakhir kondisinya sudah jauh lebih baik. Namun kami tidak akan pernah merasa puas. Kalau kami sudah puas, berarti kami berhenti bekerja. Justru kami akan terus mendorong agar pelayanan kepada masyarakat semakin meningkat,” tutup Joha.











